Skip to main content

[TMKM] GELAR KARYA PEMENANG #TMKM_1 (Senin & Selasa, 29–30 Januari 2018)





Hola~

Ini adalah karya 5 pemenang TMKM edisi 1 yang berlangsung pada Senin & Selasa, 29–30 Januari 2018 (link di sini). Ulasan dan pemenang TMKM 1 diumumkan pada Kamis, 1 Februari 2018 (di sini).

Meskipun mendapat nilai tertinggi di antara 18 peserta, sebenarnya ke-5 pemenang juga masih perlu banyak belajar, terutama dalam penulisan FF atau Flash Fiction. Terlihat sekali di sini, hampir semua peserta masih belum memahami unsur-unsur penting dalam sebuah FF, seperti yang pernah saya bahas di sini (baca: Pengertian dan Contoh FF Lengkap). Bagaimanapun, saya pribadi berharap dengan rutin mengikuti TMKM, kemampuan mereka akan semakin terasah dalam menulis baik itu dari segi teknik menulis maupun penguasaan EBI.

Baca juga: Gelar Karya Pemenang TMKM 2



Nah, mari kita baca karya ke-5 pemenang TMKM edisi pertama ini. (Catatan: Sebelum ditayangkan, karya-karya peserta sudah melewati penyuntingan untuk perbaikan alur dan EBI.)

Pemenang 1 – Lindo Ririgar dengan perolehan nilai rata-rata 3,75

Lebih Nyaman


—Lindo Ririgar—

"Bu, Anwar tetap di sini, ya?"
Anwar, 18 tahun, mahasiswa yang berada di rumah pada hari terakhir liburannya.
"Di sana mau belajar, kan?"
"Tidak bisa belajar Bu."
"Kenapa?"
"Di asrama ada yang belajar sambil putar musik keras-keras, ada juga yang belajarnya tidak bisa diam, suaranya keluar terus."
"Cara orang belajar beda-beda, Nak."
"Kalau di rumah enak, belajar tenang dan makan teratur. Saat di rumah memang jauh lebih nyaman, Bu."
"Bagaimana lagi, kamu kuliahnya di luar kota. Nanti Ibu beri tahu Ayah, biar kita cari tempat kos yang satu kamar sendiri."
"Iya, Bu. Andai saja..., aku lulus kuliah di sini."
*** 
Banda Aceh, 30 Januari 2018


Pemenang 2 – Alditama AP dengan perolehan nilai rata-rata 3,7

Saat Bahagia

—Tamago-Sensei—

“Apakah kamu sudah menyelesaikan ilustrasinya?” tanya Nina sang storywriter yang duduk bersandar di bahu Ryan si illustrator.
“Setidaknya, untuk bagian ini aku tidak memiliki gambaran yang jelas.” Wajah kebingungan Ryan tampak jelas sekali, dia bingung memikirkan scene percintaan yang harus dia buat.
“Bukankah itu simpel? Kenapa tidak menggambarkan suasana kita saat ini?”
“Mudah untuk bilang begitu, tapi tetap saja aku masih belum bisa dapat feeling-nya.”
“Aaahhh, dasar bodoh!”
Pletakkk!
Jitakan Nina mendarat sempurna di kepala Ryan.
“Awww, apa-apaan itu?!”

“Tidak apa-apa, kok. Hehehe….” Nina tersenyum karena kebodohan Ryan yang tidak peka. Setidaknya kebohongan ini adalah saat-saat bahagia untuknya.
***
Salatiga, 30 Januari 2018

Pemenang 3 – M. Luthfiadi dengan perolehan nilai rata-rata 3,6

Kembang Api

—Muhammad Luthfiadi Setiapratama—

Kembang api meletus dengan suara yang memekakan telinga. Dua insan tengah berdiri melihatnya di depan sebuah kuil.
“Kembang apinya indah sekali! Warna-warni dan cantik.”
“Ya, kamu benar. Tapi, sayang yang lain tidak bisa ikut.”
“Tidak masalah. Aku sudah senang bisa menghabiskan waktu bersama Hashiba. Terima kasih, ya. Ini adalah saat terbaik dalam hidupku.” Senyum Nakamura terlihat lebih bercahaya bermandikan cahaya warna-warni kembang api.
“Iya. Aku juga berpikir begitu,” bisik Hashiba dengan suara yang nyaris tak terdengar.
“Kamu bilang sesuatu?”
“Tidak. Bukan apa-apa. Jangan lupa es serutnya.”
“Hihi, iya, iya.”
Keduanya kembali ke festival sambil memikirkan apa yang menanti esok hari.
***
Semarang, 30 Januari 2018

Pemenang 4 – Mayli Zha dengan perolehan nilai rata-rata 3,5

Menginginkan Hatinya

—zhaErza—

Eric tak menyangka dengan meninggalkan sang kekasih akan membuatnya dirundung kegelisahan. Ia menatap wanita di hadapannya, cantik, tetapi dahulu selalu ia sakiti. Tidak hanya siksaan fisik, tetapi juga hati dan psikis.
Eric beruntung, sepertinya malam ini adalah saat terbaik baginya, sebab Annalise bersedia bertemu di apartemen. Wanita itu tersenyum, menginginkan hatinya, hingga mereka memadu kasih dengan cumbuan mesra.
Di tengah percumbuan itu, tiba-tiba bola mata Eric melebar, menatap Annalise tak biasa. Dia merasakan dingin menusuk kulit. Di dadanya tercipta amis.
Annalise tersenyum. "Ya, aku sangat menginginkan hatimu, Eric."
Di atas ranjang, di hari terbaiknya, Eric menyerahkan hidup kepada sang kekasih.
***
Medan, 29 Januari 2018

Pemenang 5 – Gorbi Hermawan dengan perolehan nilai rata-rata 3,3

Yolanda

—Wethece—

Dulu, aku punya pembantu bernama Yolanda. Dia orang yang baik, rajin, dan perhatian. Namun, untuk wajahnya aku memilih tidak banyak berkomentar. Ini bukan karena parasnya itu cantik ataupun jelek sekali, tetapi aku diam karena tidak menilai orang dari wajahnya saja. Kurasa, itu menjadikanku tampak sedikit keren.
Sekarang, saat aku tengah sendirian di malam Minggu yang menyesakkan, tiba-tiba aku teringat dengan Yolanda. Tubuh moleknya, harum badannya, senyum manisnya…, dan tentunya layanan spesialnya yang seketika membuatku rindu dengan janda beranak satu itu.
Ah, sial! Aku jadi kangen Yolanda.
Dia adalah sebaik-baiknya pelipur lara di malam Minggu-ku yang mengenaskan.
***
Yogyakarta, 30 Januari 2018

Bagaimana? Cukup bagus, kan, untuk edisi pertama? 😉 
Tertarik mengikuti TMKM? Yuk, langsung meluncur ke Kastil Mimpi!

Comments

Popular posts from this blog

[TUTORIAL] SEPATU BEKAS JADI BARU LAGI DENGAN COVER RAJUT (FOTO STEP BY STEP)

Hai, Bunda dan Sista Rajuters~ 😊

Sesuai janji saya di grup Belajar Merajut kemarin, hari ini saya posting Tutorial Step by Step Cover Sepatu Rajut. Nggak nyangka banget, bakal dapat respons positif dari Bunda dan Sista sekalian. Saya pikir nggak ada yang tertarik, makanya saya cuma menargetkan 20 komentar "mau" untuk membuat tutorial ini. Saya nggak mau muluk-muluk. Bagaimanapun, saya bakal tetap membuat tutorial ini, kok. Nah, respons Bunsist sekalian ini menjadi penyemangat untuk saya. 😊


Sebelum menuju ke tutorialnya, saya mau minta maaf dulu kalau gambar-gambarnya pecah/kurang jelas. Kamera hape biasa ini, malam hari (saya begadang semalam setelah si bocil KO pukul 11 malam demi membuat tutorial ini, meski baru bisa menulis siang hari), dan tanpa flash. Nggak apa-apa, ya, yang penting pesannya tersampaikan. 😅

Oh, ya, barangkali ada di antara Bunda dan Sista yang penasaran dan bertanya-tanya:
1. Kok tutorialnya dikasih gratis? Padahal, di luar sana banyak, lho, yang unt…

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

[RANDOM TALK] MENULIS DENGAN TANGAN KIRI, SALAHKAH? ORANG KIDAL PUN MEMILIKI KELEBIHAN!

[WRITING] PROSA UNGU YANG MENDAYU (PENGERTIAN DAN CONTOH)

Assalamualaikum~
Salam sejahtera dan Rahayu~

Sebelum memasuki bahasan pokok, saya mau bilang bahwa judul itu hanya soal rima, ya. Kata "mendayu" berkaitan dengan suara senandung sayup-sayup, jadi sebenarnya enggak terlalu cocok kalau disandingkan dengan prosa ungu yang lekat dengan kata-kata. Hehehe 😁

Nah, pernahkah kalian mendengar tentang purple prose atau prosa ungu?

Pernahkah kalian membaca cerpen atau novel yang penulisannya boros, berbunga-bunga, diksi penuh metafora, dan secara umum berlebihan? Itulah yang disebut prosa ungu. Nah, kalau misalnya bagian yang berbunga-bunga ini hanya terletak di satu atau beberapa bagian saja dari keseluruhan cerita, bagian yang memuat metafora dan diksi berbunga-bunga ini disebut purple patches atau purple passages.

Dikutip dari Urban Dictionary, prosa ungu adalah tulisan yang penulis gunakan dengan sangat berbunga, deskriptif, dengan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata (atau deskripsi) tersebut tidak menambah cerita dan biasanya d…

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~

Kita berjumpa lagi~ 😃
Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃
Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita?
Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊

Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu:
1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga sekarang di usianya yang enam belas tah…