Skip to main content

[TMKM] GELAR KARYA PEMENANG #TMKM_3 (Senin & Selasa, 12–13 Februari 2018)




 
Yuhuuu~
TMKM 3 sudah ada pemenangnya, nih. Sebenarnya, sih, sudah diumumkan sejak hari Kamis, 15 Februari 2018 lalu. Akan tetapi, karena agak sibuk dengan hal lain, jadi posting di blog tertunda. Maafkan~ 😁🙏

TMKM 3 yang digelar menjelang valentine (dan peringatan Hari Pemberontakan PETA, jika kamu ingat), menginspirasi kami untuk memberikan tantangan tema yang manisss. 💖

Yep yep, tema kali ini adalah memasukkan 3 KATA WAJIB ke cerita (artinya harus ada dalam cerita dan kalau salah satu atau ketiganya nggak ada, otomatis karya akan terdiskualifikasi) dengan genre HORROR/THRILLER! Manis, kan? Kan…? Kita bakal melihat banyak darah di sini~ 😊

Bicara tentang karya peserta kali ini…, banyak peserta baru yang langsung mengentak dengan karya-karya mereka yang ciamik. Peserta lama pun nggak kalah bagus. Terlihat sekali mereka ada kemajuan setelah mengikuti 3 edisi TMKM. Nah, baru ikut 3 edisi saja sudah cukup pesat kemajuannya. Bagaimana jika rutin ikut? Pasti bakal berkembang semakin pesat! 😍

Pada edisi ini, persaingan cukup ketat. Nilai beda tipis. Bahkan, ada 3 peserta dengan nilai rata-rata sama, sehingga diperlukan standar eliminasi tambahan untuk memutuskan siapa yang berhak masuk 5 besar. Salah satunya adalah kelogisan cerita, hubungan sebab-akibat yang menjalankan cerita. “Logis” di sini bukan berarti harus masuk akal di dunia nyata, lho. Akan tetapi, “logis” di dalam cerita. Artinya, setiap kejadian dalam cerita hendaknya memiliki hubungan sebab-akibat yang jelas, yang menjadi tali pengikat cerita. Jadi, kalau ada plot hole di sini, ya, terpaksa karya tersebut harus dieliminasi dari 5 besar, meskipun nilainya sama.

Nah, tak perlu berlama-lama lagi, mari kita baca karya ke-5 pemenang TMKM 3 (yang tentunya sudah kami edit untuk memperbaiki alur dan mengoreksi typo).

GELAR KARYA PEMENANG #TMKM_3

Waktu: Senin & Selasa, 12–13 Februari 2018
Tema: 3 KATA WAJIB (langit, sepatu, mata)
Genre: Horror/Thriller
Kategori: FF 300 Kata
Baca ulasan karya di sini: Review Karya Peserta TMKM 3

Pemenang 1: Choliza Nasution – Dendam Perempuan, nilai rata-rata = 3,67

Dendam Perempuan
—Choliza Nasution—

Aku adalah perempuan yang telah dikhianati takdir. Wujudku hanya akan terlihat ketika sinar jingga membias pada langit yang melukis gelap. Telah lama aku hidup dalam lorong-lorong kelam yang dingin. Sepi adalah pakaianku, amarah adalah napasku dan dendam adalah jantungku. Langkah kakiku menyusuri jalan panjang untuk membebaskan para perempuan dari rasa sakit dan kesendirian. Bukankah sesama perempuan seharusnya saling berbagi tempat di neraka?
Kali ini langkahku terhenti di depan sebuah hotel megah. Mataku tertuju pada dirimu yang sangat cantik, semampai dengan kaki jenjang dibalut sepatu merah. Sepatu itu terlihat sangat menyiksamu ketika harus berjalan cepat mengikuti langkah kaki dua orang lelaki tegap berwajah sadis yang menggamit lenganmu dengan kuat. Tiba-tiba mata kita berserobok, aku terkejut melihat tatapanmu yang dingin dan purba. Garis-garis dendam dan putus asa terpancar dari retina matamu. Bibirku melebar menyunggingkan rasa dahaga yang kian kerontang.
Benar saja, pada malam yang hampir memudar, kulihat dirimu terduduk di lorong belakang hotel. Kakimu terjulur dan sebelah tanganmu memegang silet—kilaunya terlihat sangat tajam.
“Kenapa? Kau takut merasakan sakit atau masih mencintai dunia keparat ini?” ucapku dengan pelan tapi dalam.
“Siapa kau? Kau tidak tahu apa-apa.” Kau menggumam lemah.
Aku terkekeh. “Aku adalah amarahmu, Sayang. Mana mungkin aku tak tahu. Kau adalah perempuan yang diimpit dendam pada kehidupan. Kemiskinan membuatmu harus menyerah pada takdir yang melakonkanmu sebagai pemuas nafsu durjana kaum lelaki.”
Wajahmu pias. Kau menyipitkan mata. “Kau tahu semuanya?”
“Aku datang kemari untuk membebaskanmu dari rasa sakit. Kau mau?”
Aku mendekat ketika kulihat dirimu menganggukkan kepala. Sepasang tanganku dengan kuku-kuku hitam yang runcing mengarah cepat ke jantungmu. Matamu terbelalak menahan rasa yang teramat sakit. Aku tersenyum, menjilati darah kental yang menetes hingga pergelangan tanganku dan mengunyah jantungmu dengan rakus.
“Sekarang, kau terbebas dari rasa sakit selamanya, Sayang!” ucapku pada tubuhmu yang kini terkulai dengan dada berlubang.
***
Medan, 13 Februari 2018

Pemenang 2: Alya Amelia – Aokigahara, nilai rata-rata = 3,5

Aokigahara
—Uchihamelia—

            Tersesat di hutan sendirian adalah hal terburuk. Yuuri memaki rombongan wisata sekolah kali ini. Bagaimana bisa mereka tidak sadar bahwa ia tertinggal di belakang? Seharusnya semua orang lebih perhatian satu sama lain. Apalagi mengingat darmawisata sekarang berlokasi di Hutan Aokigahara yang terkenal sebagai hutan bunuh diri.
Langit sudah gelap diiringi angin yang berembus kuat. Pepohonan rimbun yang membentuk kanopi, disempurnakan oleh sunyi yang menambah suasana seram. Yuuri tidak tahu arah jalan keluar. Ia juga kehilangan jejak teman-temannya. Satu-satunya hal yang dapat Yuuri lakukan hanya melangkah tanpa tahu arah, ditemani senter di tangan sebagai sumber penerangan.
Yuuri berpikir positif dan mengenyahkan semua pikiran buruk. Ia mengingat hal yang manis-manis agar tidak dimasuki arwah gentayangan. Katanya, di sini berkeliaran yurei yang bisa memengaruhi seseorang untuk bunuh diri.
Dari jarak jauh, Yuuri melihat sesuatu yang bersinar. Ia mempercepat langkah. Tetapi... langkahnya tak kunjung sampai padahal ia yakin sudah berjalan cukup jauh. Yuuri menyeka peluh yang bercucuran, bajunya sudah basah oleh keringat. Ia memilih menyandarkan tubuh di batang pohon untuk beristirahat sejenak. Namun..., ada sesuatu yang menetes di kepalanya.
Yuuri menjauh dari batang pohon dan mendongak sembari mengarahkan senternya. Tampak olehnya seorang pria paruh baya tergantung di pohon dengan mata membelalak, sepatu kumal, dan baju lusuh. Di perutnya, tertancap sebatang anak panah. Darah segar yang mengalir mengindikasikan seseorang baru saja memanahnya. Kontan, teriakan Yuuri membahana. Seluruh bulu kuduknya berdiri. Ia hilang kendali dan berlari serampangan.
Turunnya kewaspadaan membuat Yuuri terjerembap. Sayatan ranting-ranting melukai tubuh. Jantungnya berdetak riuh diiringi tremor hebat. Yuuri mencoba bangkit, tetapi ia merasa ada tali yang terikat di kakinya. Dengan skeptis ia mencoba melepaskan tali itu. Kemunculan sebuah siluet dari kegelapan membuat Yuuri menghentikan gerakan. Seseorang dengan rambut panjang dan mata merah memelotot pun muncul, menarik Yuuri tanpa belas kasih.
“Tolooong!” Teriakan Yuuri mengudara.
***
Sukabumi, 13 Februari 2018

Pemenang 3: Siti Hasanah – Obsesi Mantan, nilai rata-rata = 3,25

Obsesi Mantan
Siti Hasanah

Clara menatap intens dua orang yang sedang berinteraksi di bawah langit kota Jakarta. Seorang wanita dewasa sedang mengajarkan anaknya bermain sepeda di area bermain anak. Sesekali, anak lelaki itu berteriak histeris saat roda sepedanya melaju ke arah yang salah dan langsung mendapat pertolongan dari ibunya. Ada perasaan cemburu dan sakit di dada Clara menyaksikan pemandangan itu. Andai saja semuanya terkendali dengan baik, dirinyalah yang berada di posisi itu.
Sudah lima tahun sejak mendiang Abi menggugat cerai Clara karena keterlibatannya dalam penyanderaan Luna. Nyatanya, Clara tidak pernah bisa menyadari semua kesalahannya dan bersikeras akan membalas dendam kepada Luna. Tidak peduli jika harus mengotori tangannya dengan darah sekalipun. Seperti tiga tahun lalu, saat dia sengaja menabrakkan mobilnya ke arah Luna yang justru malah merenggut nyawa Abi.
Kali ini Clara tidak ingin gagal lagi. Sebelum Luna menyadari keberadaannya, Clara sudah lebih dulu mengecoh dengan mengirimkan seorang wanita tua berpenampilan lusuh untuk menanyakan alamat palsu kepada Luna. Benar saja, berkat hati malaikat Luna, tanpa harus bersusah payah, Clara sudah bisa menculik Darel.
“Tante, siapa? Kenapa membawaku pergi?” tanya Darel sembari meronta, sehingga membuat salah satu sepatu yang dikenakannya copot. Suatu kebetulan yang akan mempermudah Luna menemukan mereka.
***
“Ini balasan karena sudah merebut Abi dariku!”
Clara meraih pistol dari saku jaketnya dan mengarahkan benda itu tepat di kepala Darel yang langsung membuat Luna ketakutan. Luna memejamkan mata dan berdoa semoga polisi cepat datang dan segera mengakhiri kegilaan Clara.
“Kamu benar-benar iblis, Clara!” Luna menatap wajah anaknya. “Asal kamu tahu, itulah alasan Abi menceraikanmu!”
Ucapan Luna seperti korek api yang menyentuh gas begitu terdengar oleh Clara. Dengan gerakan cepat, tangannya menarik pelatuk.
Dorrr!
Dorrr!
Suara tembakan membuat Luna kaget dan menjerit. Takut jika anak kesayangannya akan bernasib sama seperti Abi. Namun, tanpa sadar, justru dialah yang tertembak, bersamaan dengan Clara yang ditembak mati polisi.
***
Tasikmalaya, 12-02-2018

Pemenang 4: Fahrurrozzi Nurkholiq – Hidup adalah Pilihan, nilai rata-rata = 3

Hidup adalah Pilihan
—Fahrurrozzi—

Dalam beberapa alasan, aku setuju kepada mereka yang mengatakan bahwa hidup adalah pilihan.
Alasannya cukup rumit untuk kujelaskan. Akan tetapi, jika kau mendengarkan suara derap langkah sepatu yang menggema di lorong rumahmu, percayalah…, saat itu pula mimpi buruk semesta dan imaji akan bersatu, bergabung membentuk informasi detail mengenai kenangan buruk yang terus melanda hebat di kepalamu.
Apalagi jika langit sudah mulai gelap, malam penuh bintang sudah mulai dikuasai keheningan, dan langkahku sudah mulai membuka lebar gerbang mimpi burukmu itu, maka dari detik ini juga matamu harus tetap terjaga.
Jangan menoleh ke arah mana pun dan teruslah tatap ruang hampa itu. Bila saat ini kau berada di rumah, aku sarankan untuk tidak pergi ke kamar mandi, ke kamarmu, ke ruang makanmu, ke dapurmu, atau melihat nakal kolong tempat tidurmu. Tetaplah di tempatmu dan jangan pergi ke mana pun.
Namun, bila saat ini kau berada di luar rumahmu, tetaplah waspada jika suatu waktu kau diterpa badai keheningan.
Untukmu yang berada di dalam rumah, percayalah…, hidupmu tak lama lagi akan berakhir. Tapi, bila kau ingin tetap hidup, teruslah terjaga. Tatap saja udara yang terus berembus dingin sedari tadi, dan jangan lupa untuk menarik napas sedalam-dalamnya karena mimpi buruk suatu waktu akan menyerangmu.
Dan, ingatlah satu hal. Jika hawa dingin terus menghampiri dan terus menyebutkan namamu…, yang harus kaulakukan adalah hanya menoleh ke belakangmu.
Kalau kau mendapatiku dengan bibir terbuka penuh darah dan muka jelek yang penuh goresan belatung, berteriaklah sehisteris mungkin, karena aku hanya akan tersenyum padamu. Kalau kau ingin lari keluar, silakan, aku akan mengejarmu. Kalau kau hanya terdiam menatapku, akan kubalas tatapan itu dengan mata pisauku.
Dan, untukmu yang berada di luar rumah, jangan pernah pulang ke rumahmu jika kau tidak ingin merasakan mimpi burukku.
Dan, sekarang…, kau percaya, kan, bahwa hidup adalah pilihan?
***
Ciamis, 12 Februari 2018

Pemenang 5: Ria Isn’t Jellyfish – Part of Me, nilai rata-rata = 3

Part of Me
—Prominensa—

Sore itu langit tampak gelap. Begitu juga hati seorang gadis yang tengah duduk bersandar di dinding. Kantung mata hitam. Mata sembab. Seolah air mata baru saja mengering dari sana. Gadis itu diam menatap kaca jendela, menerawang jauh ke arah hujan.
Refleksi di jendela membuat gadis itu terkejut. Seseorang berdiri di hadapannya. Seorang gadis dengan kemeja putih dan rok span abu-abu. Dan, ia bertelanjang kaki. Penampilannya terlihat acak-acakan, dari rambut hingga tata rias. Semua hancur berantakan. Eye liner serta maskaranya luntur. Hampir seluruh wajahnya berwarna hitam. Ia tersenyum masam. Namun, terlihat cantik. Setelah diperhatikan lebih saksama, kemeja putih gadis itu berlumur darah.
“Jean.” Gadis itu mengulurkan sebuah kalung perak kepada gadis bernama Jean. “Sudah puas?” tanyanya dengan senyum semakin masam.
“Ap-Apa maksudmu?” ucap Jean sedikit terbata.
Si gadis asing melangkah maju, membuat Jean pelan-pelan mundur.
“Jean, apa kau sudah puas membunuh ayah dan ibumu?”
Jean melonjak kaget. Jantungnya berdetak keras. Keringat dingin pun muncul dengan sendirinya. Jean ketakutan dan berlari ke arah dapur.
Ada pisau yang terlihat menganggur di atas meja dapur. Jean berinisiatif membela diri dengan pisau yang ia temukan tersebut.
“Siapa kau sebenarnya?” Jean setengah berteriak seraya mengacungkan pisau di genggamannya.
“Hahaha!” Si gadis asing tertawa tiba-tiba, kontras sekali dengan air mukanya yang muram. “Aku adalah kamu. Kamu adalah aku. Hei, Jean, kenapa kau tidak membuka kulkasmu?”
Jean menoleh ke arah kulkas. Dan, betapa terkejutnya Jean saat ia membukanya.
Ada potongan-potongan tubuh. Dua kepala tampak di sana. Pria dan wanita. Potongan-potongan itu dililit lakban seadanya, seolah-olah dipaksa agar muat dalam kulkas. Genangan darah membeku. Bau anyir sedikit mengudara. Saat Jean memandangi gadis itu…, ia jadi paham sesuatu. Gadis yang berkunjung itu adalah dirinya sendiri. Ya, Jean-lah pemubunuh orang tuanya. Dan, sejak itu Jean seolah bertemu dengan dirinya yang lain.
***
Bogor, 13 Februari 2018


Bagaimana? Sudah cukup berdarah-darah? 😇
Kamu juga bisa mengikuti TMKM, lho. Tengok saja langsung di Kastil Mimpi. 😉 

Comments

Popular posts from this blog

[TUTORIAL] SEPATU BEKAS JADI BARU LAGI DENGAN COVER RAJUT (FOTO STEP BY STEP)

Hai, Bunda dan Sista Rajuters~ 😊

Sesuai janji saya di grup Belajar Merajut kemarin, hari ini saya posting Tutorial Step by Step Cover Sepatu Rajut. Nggak nyangka banget, bakal dapat respons positif dari Bunda dan Sista sekalian. Saya pikir nggak ada yang tertarik, makanya saya cuma menargetkan 20 komentar "mau" untuk membuat tutorial ini. Saya nggak mau muluk-muluk. Bagaimanapun, saya bakal tetap membuat tutorial ini, kok. Nah, respons Bunsist sekalian ini menjadi penyemangat untuk saya. 😊


Sebelum menuju ke tutorialnya, saya mau minta maaf dulu kalau gambar-gambarnya pecah/kurang jelas. Kamera hape biasa ini, malam hari (saya begadang semalam setelah si bocil KO pukul 11 malam demi membuat tutorial ini, meski baru bisa menulis siang hari), dan tanpa flash. Nggak apa-apa, ya, yang penting pesannya tersampaikan. 😅

Oh, ya, barangkali ada di antara Bunda dan Sista yang penasaran dan bertanya-tanya:
1. Kok tutorialnya dikasih gratis? Padahal, di luar sana banyak, lho, yang unt…

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

[RANDOM TALK] MENULIS DENGAN TANGAN KIRI, SALAHKAH? ORANG KIDAL PUN MEMILIKI KELEBIHAN!

[WRITING] PROSA UNGU YANG MENDAYU (PENGERTIAN DAN CONTOH)

Assalamualaikum~
Salam sejahtera dan Rahayu~

Sebelum memasuki bahasan pokok, saya mau bilang bahwa judul itu hanya soal rima, ya. Kata "mendayu" berkaitan dengan suara senandung sayup-sayup, jadi sebenarnya enggak terlalu cocok kalau disandingkan dengan prosa ungu yang lekat dengan kata-kata. Hehehe 😁

Nah, pernahkah kalian mendengar tentang purple prose atau prosa ungu?

Pernahkah kalian membaca cerpen atau novel yang penulisannya boros, berbunga-bunga, diksi penuh metafora, dan secara umum berlebihan? Itulah yang disebut prosa ungu. Nah, kalau misalnya bagian yang berbunga-bunga ini hanya terletak di satu atau beberapa bagian saja dari keseluruhan cerita, bagian yang memuat metafora dan diksi berbunga-bunga ini disebut purple patches atau purple passages.

Dikutip dari Urban Dictionary, prosa ungu adalah tulisan yang penulis gunakan dengan sangat berbunga, deskriptif, dengan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata (atau deskripsi) tersebut tidak menambah cerita dan biasanya d…

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~

Kita berjumpa lagi~ 😃
Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃
Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita?
Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊

Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu:
1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga sekarang di usianya yang enam belas tah…