Skip to main content

[WRITING] 4 CARA MUDAH DAN EFEKTIF MENULIS TWIST ENDING


unexpected
Secara harfiah, twist ending berarti akhir cerita yang dipelintir atau diputar. Maksudnya, akhir yang tak terduga, yang tak tertebak dan akan mengejutkan pembaca. Twist ending ini mengakhiri cerita dengan cara yang tak terduga. Misalnya saja tokoh dalam cerita yang sebelumnya dikira begini ternyata begitu, atau kejadian yang dikira akan begini ternyata jadinya begitu.

Berikut ini 4 cara mudah dan efektif dalam menulis twist ending:

#1 Open ending

Bukan yang paling mudah, tapi ini cukup bagus jika kita tidak ingin keseluruhan cerita kita terpengaruh terlalu banyak dengan twist.

Open ending secara harfiah berarti akhir yang membuka. Artinya, alih-alih menjelaskan kepada pembaca, kita membiarkan pembaca mengira-ngira sendiri apa yang terjadi berikutnya. Nah, bagusnya open ending ini adalah... sekalipun pembaca tidak tahu secara pasti apa yang terjadi berikutnya, mereka bisa menebak dan menyimpulkan sebuah akhir cerita yang sesuai dengan kebutuhan mereka berdasarkan apa yang telah terjadi sebelumnya di sepanjang cerita. (Baca: Selamat Tinggal, Temanku Sayang!)

#2 Misleading narrator

Narator alias sudut pandang yang memaparkan cerita bisa menjadi alat yang sempurna untuk membingungkan pembaca. Hal ini karena saat membaca, kita cenderung memercayai apa yang dipikirkan atau dikatakan oleh narator. Dengan begitu, kita bisa membuat seolah-olah narator memberikan petunjuk atau saran seperti yang diharapkan pembaca, tapi ternyata itu sama sekali berbeda dengan yang akan kita lakukan pada cerita tersebut.

Jika digunakan dengan tepat, teknik ini akan membuat pembaca terkejut dengan twist yang ada dan bahkan mungkin saja berkata, "Seharusnya aku menduganya!"

#3 Reverse the character's role

Yang paling mudah dalam memberikan twist adalah karakter yang berubah haluan. Baik menjadi jahat atau sebaliknya. Akan tetapi, jika perubahan peran karakter itu terlalu tiba-tiba dan  berseberangan, twist ini akan kentara sekali telah dipaksakan. Untuk mengatasi itu, kita bisa menyelipkan beberapa ciri yang bisa membuat perubahan peran karakter ini dipercaya. (Baca: Usai Perjamuan)

#4 Unexpected kill

Membunuh karakter penting dalam cerita. Ini cara yang ekstrem, tetapi sekaligus juga sangat efektif untuk memberikan twist yang benar-benar tak terduga. Pembaca mungkin saja akan kesal atau bahkan membenci kita untuk sementara waktu karena telah membunuh karakter yang telah cukup melekat di hati mereka, tetapi ini semua cukup untuk sebuah twist yang bagus.

Itulah 4 cara mudah dan efektif menulis twist ending yang saya rangkum dari berbagai sumber dan telah saya terapkan selama ini. Well, tidak selalu saya terapkan, sih. Tapi, hei, ini masih pantas untuk dicatat, kan?

Nah, terima kasih sudah mampir untuk membaca. Jika kalian merasa ini cukup bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya, ya! 😊

*Mega, 2 Januari 2018

Comments

  1. Kdg aku suka baca novel yg endingnya ga terduga.. Tp kalo tokohnya favoritku, dan ternyata endingnya ga sesuai harapan, iya sih..aku bisa sampe ilfil ama pengarangnya hahahaha... Salah satunya buku karangan agatha christie, yg bnyk ending ga terduga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, kadang ending yang nggak sesuai dg ekspektasi bisa jadi sangat menyebalkan. :D

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[TUTORIAL] SEPATU BEKAS JADI BARU LAGI DENGAN COVER RAJUT (FOTO STEP BY STEP)

Hai, Bunda dan Sista Rajuters~ 😊

Sesuai janji saya di grup Belajar Merajut kemarin, hari ini saya posting Tutorial Step by Step Cover Sepatu Rajut. Nggak nyangka banget, bakal dapat respons positif dari Bunda dan Sista sekalian. Saya pikir nggak ada yang tertarik, makanya saya cuma menargetkan 20 komentar "mau" untuk membuat tutorial ini. Saya nggak mau muluk-muluk. Bagaimanapun, saya bakal tetap membuat tutorial ini, kok. Nah, respons Bunsist sekalian ini menjadi penyemangat untuk saya. 😊


Sebelum menuju ke tutorialnya, saya mau minta maaf dulu kalau gambar-gambarnya pecah/kurang jelas. Kamera hape biasa ini, malam hari (saya begadang semalam setelah si bocil KO pukul 11 malam demi membuat tutorial ini, meski baru bisa menulis siang hari), dan tanpa flash. Nggak apa-apa, ya, yang penting pesannya tersampaikan. 😅

Oh, ya, barangkali ada di antara Bunda dan Sista yang penasaran dan bertanya-tanya:
1. Kok tutorialnya dikasih gratis? Padahal, di luar sana banyak, lho, yang unt…

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

[RANDOM TALK] MENULIS DENGAN TANGAN KIRI, SALAHKAH? ORANG KIDAL PUN MEMILIKI KELEBIHAN!

[WRITING] PROSA UNGU YANG MENDAYU (PENGERTIAN DAN CONTOH)

Assalamualaikum~
Salam sejahtera dan Rahayu~

Sebelum memasuki bahasan pokok, saya mau bilang bahwa judul itu hanya soal rima, ya. Kata "mendayu" berkaitan dengan suara senandung sayup-sayup, jadi sebenarnya enggak terlalu cocok kalau disandingkan dengan prosa ungu yang lekat dengan kata-kata. Hehehe 😁

Nah, pernahkah kalian mendengar tentang purple prose atau prosa ungu?

Pernahkah kalian membaca cerpen atau novel yang penulisannya boros, berbunga-bunga, diksi penuh metafora, dan secara umum berlebihan? Itulah yang disebut prosa ungu. Nah, kalau misalnya bagian yang berbunga-bunga ini hanya terletak di satu atau beberapa bagian saja dari keseluruhan cerita, bagian yang memuat metafora dan diksi berbunga-bunga ini disebut purple patches atau purple passages.

Dikutip dari Urban Dictionary, prosa ungu adalah tulisan yang penulis gunakan dengan sangat berbunga, deskriptif, dengan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata (atau deskripsi) tersebut tidak menambah cerita dan biasanya d…

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~

Kita berjumpa lagi~ 😃
Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃
Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita?
Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊

Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu:
1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga sekarang di usianya yang enam belas tah…