Skip to main content

[RANDOM TALK] TUJUAN DAN HARAPAN



Hola~

Sebenarnya, saya mau nulis visi-misi untuk judul di atas. Tapi, kesannya kok kayak organisasi resmi saja, ya, pakai visi dan misi segala. Ahaghaghaghag :D :D :D

Oke, abaikan tawa saya yang gaje itu. Ehm! Berhubung ini hanyalah blog elok-elok bawang alias masih dalam tahap belajar, baru sekadar ikut-ikutan nulis di internet, jadi saya pakai “Tujuan dan Harapan” saja, ya, untuk mengganti kata visi-misi itu.

[baca juga: [Random talk] Akhirnya Nge-Blog! ^^]


Apa, sih, tujuan dan harapan saya bikin blog ini?

Jawabannya sederhana: karena saya kepingin bisa seperti kalian-kalian yang keren-keren itu, lho.

Kalau dijabarkan, jadinya agak panjang, sih. Dan, mungkin saja nantinya saya jadi ngayawara, ngelantur ke mana-mana. Ya, seperti sekarang ini, toh, saya mulai ngomong ngalor-ngidul nggak jelas juntrungannya.

Oke skip!

Jadi, tujuan saya bikin blog ini adalah... untuk menampung curahan hati saya~ hiks :’(

Lha, namanya saja “Pojok Hazuki”. Sudah pasti ini tempat saya untuk berpundung diri, gegulingan resah, dan merana di pojokan. :D :p

Ada banyak hal di dalam hati dan benak saya. Uneg-uneg yang menuh-menuhin pikiran dan makin lama rasanya makin sesak saja. Kalian tahu, rasanya seperti kepingin pup. Udah penuh, udah mendip-mendip di ujung. Kalau nggak segera dikeluarin, bisa-bisa perut jadi mulas. Dan, karena usus besar di dalam sana terus-terusan menyerap sisa-sisa air yang ada, feses (tunggu, kenapa bahasa saya belibet kayak pelajaran Biologi?) jadi kering terus susah dikeluarin dan… lama-lama bisa bikin ambeien, terus jadi wasir. Ih, sereeem…!

Makanya… untuk menghindari hal yang nggak menyenangkan itu, saya bikinlah blog ini, biar semua (oke, hampir semua) uneg-uneg bisa saya keluarin di sini. Ya, kayak pup itu tadi. Kalau udah keluar, rasanya lega, kan? Kan?

Oh, jadi blog ini isinya bakalan sampah semua, dong?!

Eng… ya enggak juga, sih. Kan, nggak semua uneg-uneg itu berupa sampah. Lagi pula, sampah juga terkadang masih ada gunanya. Lha, feses aja bisa dibikin jadi pupuk, lho. Bisa jadi biogas juga. Bahkan, orang Jepang sana sudah berinovasi bikin keripik dari feses. Ueki juga bisa menumbuhkan pohon dari sampah. Jadi, nggak semua sampah itu buruk, kan?

Oke, saya mulai melantur.

Back to the topic.

Selain untuk ruang curhat, blog ini juga bakal saya pakai untuk menampung beberapa hal yang jadi hobi saya. Misalnya, tentang dunia kepenulisan, hal-hal mengenai rajut-merajut, tutorial ini itu, tips dan trik, dll. Macam-macam, lah.

Nah, dari konten yang saya rencanakan itu… saya berharap blog ini dapat memberi manfaat baik bagi saya pribadi maupun kalian-kalian semua yang sudah bersedia mampir kemari. Karena, percayalah, hal yang paling membahagiakan itu adalah ketika kita dapat saling memberi manfaat. Nah, doakan saya benar-benar konsisten untuk mengisi blog ini dengan sesuatu yang bermanfaat, ya. Amin. ^^

Comments

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~

Kita berjumpa lagi~ 😃
Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃
Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita?
Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊

Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu:
1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga sekarang di usianya yang enam belas tah…

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

[TUTORIAL] SEPATU BEKAS JADI BARU LAGI DENGAN COVER RAJUT (FOTO STEP BY STEP)

Hai, Bunda dan Sista Rajuters~ 😊

Sesuai janji saya di grup Belajar Merajut kemarin, hari ini saya posting Tutorial Step by Step Cover Sepatu Rajut. Nggak nyangka banget, bakal dapat respons positif dari Bunda dan Sista sekalian. Saya pikir nggak ada yang tertarik, makanya saya cuma menargetkan 20 komentar "mau" untuk membuat tutorial ini. Saya nggak mau muluk-muluk. Bagaimanapun, saya bakal tetap membuat tutorial ini, kok. Nah, respons Bunsist sekalian ini menjadi penyemangat untuk saya. 😊


Sebelum menuju ke tutorialnya, saya mau minta maaf dulu kalau gambar-gambarnya pecah/kurang jelas. Kamera hape biasa ini, malam hari (saya begadang semalam setelah si bocil KO pukul 11 malam demi membuat tutorial ini, meski baru bisa menulis siang hari), dan tanpa flash. Nggak apa-apa, ya, yang penting pesannya tersampaikan. 😅

Oh, ya, barangkali ada di antara Bunda dan Sista yang penasaran dan bertanya-tanya:
1. Kok tutorialnya dikasih gratis? Padahal, di luar sana banyak, lho, yang unt…

[WRITING] PENGERTIAN DAN CONTOH FLASH FICTION

[WRITING] OBJEKTIVITAS DALAM MENULIS RESENSI

Salam~
Kali ini kita bicara tentang resensi. 😊
Apa, sih, resensi itu?Resensi menurut KBBI adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Sedangkan, menurut Wikipediaresensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere, atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya yang dapat berupa buku, karya seni film, maupun drama.
Lalu, apa saja manfaat dari penulisan resensi?Sebagai Bahan Pertimbangan.Melalui resensi, pembaca memiliki bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah buku. Apakah buku itu penting? Apakah buku itu layak? Apakah sesuai dengan minat? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini dapat terjawab melalui resensi.Nilai Ekonomis. Jika resensi dimuat dalam majalah atau koran, penulis resensi bisa mendapatkan uang atau imbalan serta buku-buku untuk diresensikan secara gratis dari penerbit buku. Sebagai Sarana Promosi Buku. Berkaitan dengan manfaat nomor 1 di atas,dengan memb…