Skip to main content

[RANDOM TALK] 3R – CARA MUDAH MENJAGA LINGKUNGAN




Masalah sampah hampir selalu menjadi perbincangan utama di Indonesia. Saking rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, kerap kali kita jumpai sungai yang penuh dengan sampah. Atau, tepi jalan yang tampak kumuh dengan sampah-sampah plastik bertebaran. Terlebih lagi di pasar tradisional, misalnya, kerap pula kita jumpai sampah buah dan sayuran yang dibiarkan membusuk begitu saja dan menebarkan aroma busuk serta mengundang lalat.
source: https://blog.djarumbeasiswaplus.org

Miris rasanya. Padahal, sejak kecil—bahkan sejak kelas 1 SD di buku-buku sekolah—kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Buanglah sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah sembarangan. Membuang sampah di sungai dapat mencemari sungai dan mengakibatkan banjir. Sampah yang menumpuk menyebabkan penyakit. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Di saat anak-anak kita belajar tentang kebersihan lingkungan, mirisnya justru para orang tua terkesan cuek bebek. Alasannya, “Ah, cuma sekantong ini. Yang lain juga begitu.”

Itulah masalahnya, kan?


“Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.”


Pepatah itu pasti sudah kita hafal di luar kepala. Sayangnya, banyak dari kita lupa bahwa yang bisa menjadi bukit itu bukan cuma duit yang ditabung, tetapi juga sampah.

Memang, cuma sekantong sampah. Tapi, coba bayangkan jika ada 10 orang saja yang membuang “hanya sekantong sampah” itu. Berarti, sudah terkumpul 10 kantong sampah. Jika 100 orang? Jika satu desa? Satu provinsi? Satu negara? Berapa “hanya sekantong sampah” yang terkumpul?

Itu jika masing-masing membuang “hanya sekantong sampah”. Jika dua kantong? Tiga kantong? Jika itu dilakukan terus-menerus selama sebulan? Setahun?


Aduh…, membayangkannya, kok, jadi ngeri, ya! 😱😱😱

Nanti, lama-lama bumi kita tercinta ini tinggal planet tandus yang dipenuhi sampah yang tertumpuk tinggi hingga terlihat seperti gedung-gedung pencakar langit—seperti di film Wall-E.
source: pinterest

Untuk menghindari itu terjadi, kita harus memiliki kesadaran diri dalam mengelola sampah. Salah satunya dengan 3R—Reduce, Reuse, Recycle.


  • Reduce berarti mengurangi. Artinya, kita mengurangi penggunaan produk yang bisa membuat sampah semakin menumpuk. Misalnya:

1.       Saat berbelanja, gunakan kantong kertas atau kain daripada kantong plastik.
2.       Menggunakan botol yang bisa diisi ulang untuk tempat minum.
3.       Mengurangi penggunaan produk sekali pakai.
4.       Dll.

  • Reuse berarti menggunakan kembali. Contoh paling sederhana adalah memberikan baju tak terpakai kepada orang lain. Bisa kepada kerabat, atau disalurkan untuk korban bencana alam. Bisa juga memberikan baju-baju bayi—yang hanya beberapa bulan dipakai dan masih bagus—kepada tetangga yang baru melahirkan.
  • Recycle berarti mendaur ulang. Contohnya, melebur benda-benda yang terbuat dari plastik dan mendaur ulang menjadi ember dan sebagainya. Recycle dipecah menjadi dua yaitu upcycle dan downcycle.

1.       Sesuai namanya, upcycle berarti mendaur ulang benda-benda tak terpakai menjadi sesuatu yang baru dan bernilai lebih tinggi. Pernah lihat rumah botol karya Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil? Itu salah satu contoh upcycling. Contoh lainnya, membuat miniatur (becak, sepeda, dll.) dari koran bekas, hiasan dinding dari botol plastik, tas atau dompet dari bungkus plastik, dll.

2.       Kebalikan dari upcycle, downcycle berarti mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang lebih rendah nilainya—tapi masih tetap berguna. Misalnya, menggunakan baju tak terpakai sebagai keset atau kain pel, mengolah sampah organik menjadi kompos, dll.

Lihat? Dari hal sederhana seperti 3R di atas, kita bisa menghemat penggunaan benda-benda yang menyebabkan sampah, mengolah kembali benda-benda yang tak dibutuhkan menjadi benda baru bernilai tinggi, dan… dengan begitu juga menjaga lingkungan dari sampah. Jika semakin banyak orang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan 3R ini, bukan tidak mungkin dalam waktu dua tiga tahun ke depan kita sudah bisa mewujudkan Indonesia Bebas Sampah. 😇

*Haz, 12 Oktober 2017

Comments

Popular posts from this blog

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)

Hallo there~

Kita berjumpa lagi~ 😃
Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃
Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita?
Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊

Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu:
1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian. Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu. 2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita. Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga sekarang di usianya yang enam belas tah…

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

[TUTORIAL] SEPATU BEKAS JADI BARU LAGI DENGAN COVER RAJUT (FOTO STEP BY STEP)

Hai, Bunda dan Sista Rajuters~ 😊

Sesuai janji saya di grup Belajar Merajut kemarin, hari ini saya posting Tutorial Step by Step Cover Sepatu Rajut. Nggak nyangka banget, bakal dapat respons positif dari Bunda dan Sista sekalian. Saya pikir nggak ada yang tertarik, makanya saya cuma menargetkan 20 komentar "mau" untuk membuat tutorial ini. Saya nggak mau muluk-muluk. Bagaimanapun, saya bakal tetap membuat tutorial ini, kok. Nah, respons Bunsist sekalian ini menjadi penyemangat untuk saya. 😊


Sebelum menuju ke tutorialnya, saya mau minta maaf dulu kalau gambar-gambarnya pecah/kurang jelas. Kamera hape biasa ini, malam hari (saya begadang semalam setelah si bocil KO pukul 11 malam demi membuat tutorial ini, meski baru bisa menulis siang hari), dan tanpa flash. Nggak apa-apa, ya, yang penting pesannya tersampaikan. 😅

Oh, ya, barangkali ada di antara Bunda dan Sista yang penasaran dan bertanya-tanya:
1. Kok tutorialnya dikasih gratis? Padahal, di luar sana banyak, lho, yang unt…

[WRITING] PENGERTIAN DAN CONTOH FLASH FICTION

[WRITING] OBJEKTIVITAS DALAM MENULIS RESENSI

Salam~
Kali ini kita bicara tentang resensi. 😊
Apa, sih, resensi itu?Resensi menurut KBBI adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku; ulasan buku. Sedangkan, menurut Wikipediaresensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere, atau juga revidere yang artinya mengulas kembali. Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya yang dapat berupa buku, karya seni film, maupun drama.
Lalu, apa saja manfaat dari penulisan resensi?Sebagai Bahan Pertimbangan.Melalui resensi, pembaca memiliki bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli sebuah buku. Apakah buku itu penting? Apakah buku itu layak? Apakah sesuai dengan minat? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini dapat terjawab melalui resensi.Nilai Ekonomis. Jika resensi dimuat dalam majalah atau koran, penulis resensi bisa mendapatkan uang atau imbalan serta buku-buku untuk diresensikan secara gratis dari penerbit buku. Sebagai Sarana Promosi Buku. Berkaitan dengan manfaat nomor 1 di atas,dengan memb…