Skip to main content

[WRITING] 7 JENIS PARAGRAF PEMBUKA CERITA YANG MENARIK PEMBACA (DENGAN CONTOH)



Hallo there~

Kita berjumpa lagi~ 😃

Kali ini kita membahas tentang pembukaan sebuah cerita. 😃

Kalian tahu, paragraf pertama sebuah cerita ibaratnya display pada jendela toko. Bagaimana membuat display yang menarik sehingga pelintas (calon pembaca) berhenti dan membaca tulisan kita?

Nah, tanpa banyak basa-basi, langsung saja kita bahas satu per satu. 😊

Ada 7 jenis paragraf pembuka cerita yang mampu menarik pembaca dalam sekali pandang, yaitu:


1. Cerita dibuka dengan sebuah action/kejadian.

Perempuan itu datang saat matahari terbenam. Langit menggelap dengan semburat jingga di ufuk barat. Angin bertiup pelan dan burung-burung kembali ke sarang. Di punggungnya, seorang bocah laki-laki tertidur dengan kedua lengan erat memeluk leher perempuan itu.

2. Cerita dibuka dengan mengenalkan salah satu tokoh/karakter yang ada dalam cerita.

Saat berusia sembilan tahun, adikku Maya memenangkan sebuah perlombaan melukis. Dia memang berbakat dalam melukis. Hingga sekarang di usianya yang enam belas tahun, sudah banyak trofi dan piagam penghargaan yang dia dapatkan dari berbagai perlombaan melukis yang dia ikuti.

3. Cerita dibuka dengan pemaparan setting.

Jauh di timur, di kaki Gunung Alka dan dikelilingi bukit, terdapat sebuah desa. Desa ini bukanlah desa biasa. Orang-orangnya tinggi dengan leher panjang, memakai baju seperti jubah, serta membawa tongkat ke mana pun mereka pergi. Ya, itu adalah desa penyihir, Wizarda.

4. Cerita dibuka dengan sebuah dialog atau percakapan antartokoh.

"Apa kau sudah dengar berita itu?" Meli bertanya tiba-tiba saat kami membersihkan gudang.
"Berita apa?" tanyaku tak mengerti.
"Putra Tuan Malka akan datang besok. Itulah sebabnya kita ditugaskan membersihkan manor. Kabarnya dia sangat memperhatikan kebersihan."

5. Cerita juga bisa dibuka dengan pemikiran tokoh utama.

Saat melangkah keluar dari ruang pertemuan, aku hanya punya dua pemikiran: Edward dan ramuan. Edward cukup bagus dalam ramuan. Dalam pemikiranku, jenis ramuan seperti itu hanya bisa dibuat oleh Edward. Para anggota dewan tak setuju, tapi... siapa, sih, yang lebih mengenal Edward dibandingkan denganku?

6. Cerita dibuka dengan sebuah pernyataan.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Jamilah bekerja di klub itu. Meski dia berkata tidak, banyak yang datang ke klub hanya untuk memastikan. Dan, ya, mereka melihat Jamilah yang berpakaian seperti kekurangan baju, berdiri di belakang DJ set.

7. Cerita dibuka dengan memperkenalkan worldbuilding atau semesta yang digunakan dalam cerita yang ditulis. Ini mirip dengan pemaparan setting pada nomor 3 di atas, tetapi lebih kompleks.

Jauh di timur, di kaki Gunung Alka dan dikelilingi bukit, terdapat sebuah desa. Desa ini bukanlah desa biasa. Rumah-rumahnya berwarna tanah dengan atap terbuat dari anyaman daun feradoa, serta memiliki totem terpajang di halaman rumah. Di tengah desa, terdapat sebuah tugu berupa patung naga dari batu dragnit berwarna biru kehijauan yang sesekali memantulkan cahaya matahari. Orang-orang yang tinggal di sana pun berbeda dengan orang kebanyakan. Mereka umumnya berbadan tinggi kurus dengan leher panjang, memakai baju seperti jubah, serta membawa tongkat ke mana pun mereka pergi. Ya, itu adalah desa penyihir, Wizarda.

Nah, selamat mencoba! 😘

Baca juga:

10 Tips Ampuh Menulis Novel

Langkah-Langkah Menulis Flash Fiction


Ps:
Semua contoh cerita di atas merupakan rekaan saya sendiri. Kalian bisa melihat pada buku terbit untuk contoh pembukaan cerita seperti di atas dalam sebuah novel. 


Haz, 28 Oktober 2017 

Comments

Popular posts from this blog

[TUTORIAL] SEPATU BEKAS JADI BARU LAGI DENGAN COVER RAJUT (FOTO STEP BY STEP)

Hai, Bunda dan Sista Rajuters~ 😊

Sesuai janji saya di grup Belajar Merajut kemarin, hari ini saya posting Tutorial Step by Step Cover Sepatu Rajut. Nggak nyangka banget, bakal dapat respons positif dari Bunda dan Sista sekalian. Saya pikir nggak ada yang tertarik, makanya saya cuma menargetkan 20 komentar "mau" untuk membuat tutorial ini. Saya nggak mau muluk-muluk. Bagaimanapun, saya bakal tetap membuat tutorial ini, kok. Nah, respons Bunsist sekalian ini menjadi penyemangat untuk saya. 😊


Sebelum menuju ke tutorialnya, saya mau minta maaf dulu kalau gambar-gambarnya pecah/kurang jelas. Kamera hape biasa ini, malam hari (saya begadang semalam setelah si bocil KO pukul 11 malam demi membuat tutorial ini, meski baru bisa menulis siang hari), dan tanpa flash. Nggak apa-apa, ya, yang penting pesannya tersampaikan. 😅

Oh, ya, barangkali ada di antara Bunda dan Sista yang penasaran dan bertanya-tanya:
1. Kok tutorialnya dikasih gratis? Padahal, di luar sana banyak, lho, yang unt…

[WRITING] TEKNIK MENULIS SHOW DON'T TELL (DILENGKAPI CONTOH)

[RANDOM TALK] MENULIS DENGAN TANGAN KIRI, SALAHKAH? ORANG KIDAL PUN MEMILIKI KELEBIHAN!

[WRITING] PROSA UNGU YANG MENDAYU (PENGERTIAN DAN CONTOH)

Assalamualaikum~
Salam sejahtera dan Rahayu~

Sebelum memasuki bahasan pokok, saya mau bilang bahwa judul itu hanya soal rima, ya. Kata "mendayu" berkaitan dengan suara senandung sayup-sayup, jadi sebenarnya enggak terlalu cocok kalau disandingkan dengan prosa ungu yang lekat dengan kata-kata. Hehehe 😁

Nah, pernahkah kalian mendengar tentang purple prose atau prosa ungu?

Pernahkah kalian membaca cerpen atau novel yang penulisannya boros, berbunga-bunga, diksi penuh metafora, dan secara umum berlebihan? Itulah yang disebut prosa ungu. Nah, kalau misalnya bagian yang berbunga-bunga ini hanya terletak di satu atau beberapa bagian saja dari keseluruhan cerita, bagian yang memuat metafora dan diksi berbunga-bunga ini disebut purple patches atau purple passages.

Dikutip dari Urban Dictionary, prosa ungu adalah tulisan yang penulis gunakan dengan sangat berbunga, deskriptif, dengan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata (atau deskripsi) tersebut tidak menambah cerita dan biasanya d…